''Senja Bercerita" (Untuk berlatih menulis di sekolah)
“Harapan
Dikala Senja"
Awal liburan tiba,hiruk pikuk kehidupan sudah berlalu
lamanya.Liburan,waktu dimana kita bisa merasakan kesegaran.Diriku masih saja
bertanya,akankah aku pergi atau tidak.Bimbang memang,ingin pergi namun malas melanda.Akhirnya,kubuat
satu keputusan.Ya,aku ingin menikmati indahnya pantai dan senja bersama
keluarga tercinta.Mengapa panta dan senja?,karena dua hal tersebut tak kan pernah mampu ditolak oleh
setiap mata yang memandang.Semua sepakat,dan kami merencanakannya jauh dari
hari ‘itu’ juga.
Hari itu tiba,hari dimana aku akan
bertemu rona jingga senja yang menembus cakrawala.Mulainya hari itu disambut fajar
yang belum menampakan diri dengan serintik hujan yang lembut namun bisa
membasahi pipi.Tak lupa menata diri dan mengemasi barang sebelum pergi.
Aku
& keluargaku akhirnya sampai di pelabuhan,tempat dimana perahu akan
dilayarkan dan tempat dimana kami akan menyebrangi lautan.Hari masih benar
benar pagi,adzan shubuh pun belum terdengar.Masih sangat pagi memang,tapi banyak
sekali orang yang berlalu-lalang dengan membawa keluarga serta teman-teman.Ramai
sekali.Mengingatkanku kalau benar-benar sudah liburan.Kami tidak berangkat awal,namun
akan berangkat bila matahari sudah ikut menemani.
Fajar pun tiba dengan membawa cahaya
mentari yang sudah nampak dari ujung timur sana.Adzan shubuh sudah
berkumandang,waktu dimana umat Muslim akan melaksanakan kewajibanya.Kami
mencari Musholla disekitar sana,yang pastinya untuk sholat dan berdoa.Berdoa
agar kami,bisa sampai ‘tuk menemui pantai dan senja yang mungkin menunggu kami
juga disana.Ah,tidak.Mungkin aku saja yang sangat ingin menemui & menikmati
mereka.
Waktu keberangkatan sudah tiba,tak
lupa kami sudah duduk manis di kapal yang ditumpangi.Dekat jendela kami
berada,sudah siap melintasi lautan dengan nyamannya.Angin laut dengan nikmatnya
menemani,tak lupa menyentuh pipi dengan lembut,sangat amat lembut,hampir
melenakan.Perahu yang kami tumpangi berlayar selama 3jam.Selama itu,diriku
hanya memandangi lautan luas dan ombak yang dengan lembutnya menabrak perahu
kami.Akhirnya,aku melihat warna gradasi laut yang mulai nampak indahnya &
suara kerumunan orang-orang menyinggung bahwa kami hampir sampai disana.
Pulau yang aku kunjungi adalah pulau
Harapan yang terletak di sekitar daerah DKI Jakarta.Kami sampai,di pulau yang
akan memberi kami sejuta kenikmatan dan harapan.Dari suara pecahan ombak-ombak
yang mampu membuka hati sampai keindahan alam lain yang mampu membuat diri ini
tak percaya bahwa tanah yang diinjak benar-benar nyata.Tak melupakan niat utama
aku berdirinya disini.Kali ini biarkan kesegaran alam ini meresapi kedalam diri
agar melupakan masalah yang selalu dibebani.Disambutnya kedatangan kami dengan
ramahnya serta senyuman hangat warga asli,membuat aku ingat bahwa warga disana
menunjukan betapa ramahnya orang Indonesia.Tak hanya turis domestik,beberapa
turis internasional pun ikut meramaikan masa -liburan.
Awal pagi sebelum fajar menanti kami
sudah berdiri menghadap arah dimana warna jingga pagi akan muncul mengiringi datangnya
matahari.Indah memang,ditemani pula bergelayutannya dedaunan yang ikut
terhembus angin.Tapi tetap saja,aku lebih memilih sang senja.Seng senja yang
menemani pergantian indahnya rona jingga yang melukiskan berjuta harapan kepada
langit lautan angkasa penuh cahaya bintang yang setia menemani sang rembulan.
Senja,pengantar
bulan yang bersiap untuk naik dengan rona jingganya yang ceria.Hanya waktu
singkat,walaupun begitu ia tetap saja membuat semua orang tak bisa menolak
untuk menikmatinya dan mersakan begitu dalamnya ia menghiasi langit yang begitu
polos.Bila tak ada senja,siapa pengantar lautan cahaya yang menerangi malam?
Padamu senja,yang rela ku lampiaskan
segala beban dengan hanya menatapmu saja tapi dan menuangkan sejuta harapan
kepada orang yang terlena denganmu.Barisan kata tertulis indah,tertulis
“Harapan” dalam diriku.Kata istimewa dimana aku sangat berharap untuk
menyatakannya.
Karangan cerita oleh Dahna S. H.

0 comments