Welcome to our website !

''Senja Bercerita" (Untuk berlatih menulis di sekolah)

By 06:01 ,

“Harapan Dikala Senja"




            Awal liburan tiba,hiruk pikuk kehidupan sudah berlalu lamanya.Liburan,waktu dimana kita bisa merasakan kesegaran.Diriku masih saja bertanya,akankah aku pergi atau tidak.Bimbang memang,ingin pergi namun malas melanda.Akhirnya,kubuat satu keputusan.Ya,aku ingin menikmati indahnya pantai dan senja bersama keluarga tercinta.Mengapa panta dan senja?,karena dua hal tersebut tak kan pernah mampu ditolak oleh setiap mata yang memandang.Semua sepakat,dan kami merencanakannya jauh dari hari ‘itu’ juga.
            Hari itu tiba,hari dimana aku akan bertemu rona jingga senja yang menembus cakrawala.Mulainya hari itu disambut fajar yang belum menampakan diri dengan serintik hujan yang lembut namun bisa membasahi pipi.Tak lupa menata diri dan mengemasi barang sebelum pergi.
Aku & keluargaku akhirnya sampai di pelabuhan,tempat dimana perahu akan dilayarkan dan tempat dimana kami akan menyebrangi lautan.Hari masih benar benar pagi,adzan shubuh pun belum terdengar.Masih sangat pagi memang,tapi banyak sekali orang yang berlalu-lalang dengan membawa keluarga serta teman-teman.Ramai sekali.Mengingatkanku kalau benar-benar sudah liburan.Kami tidak berangkat awal,namun akan berangkat bila matahari sudah ikut menemani.
            Fajar pun tiba dengan membawa cahaya mentari yang sudah nampak dari ujung timur sana.Adzan shubuh sudah berkumandang,waktu dimana umat Muslim akan melaksanakan kewajibanya.Kami mencari Musholla disekitar sana,yang pastinya untuk sholat dan berdoa.Berdoa agar kami,bisa sampai ‘tuk menemui pantai dan senja yang mungkin menunggu kami juga disana.Ah,tidak.Mungkin aku saja yang sangat ingin menemui & menikmati mereka.
            Waktu keberangkatan sudah tiba,tak lupa kami sudah duduk manis di kapal yang ditumpangi.Dekat jendela kami berada,sudah siap melintasi lautan dengan nyamannya.Angin laut dengan nikmatnya menemani,tak lupa menyentuh pipi dengan lembut,sangat amat lembut,hampir melenakan.Perahu yang kami tumpangi berlayar selama 3jam.Selama itu,diriku hanya memandangi lautan luas dan ombak yang dengan lembutnya menabrak perahu kami.Akhirnya,aku melihat warna gradasi laut yang mulai nampak indahnya & suara kerumunan orang-orang menyinggung bahwa kami hampir sampai disana.
            Pulau yang aku kunjungi adalah pulau Harapan yang terletak di sekitar daerah DKI Jakarta.Kami sampai,di pulau yang akan memberi kami sejuta kenikmatan dan harapan.Dari suara pecahan ombak-ombak yang mampu membuka hati sampai keindahan alam lain yang mampu membuat diri ini tak percaya bahwa tanah yang diinjak benar-benar nyata.Tak melupakan niat utama aku berdirinya disini.Kali ini biarkan kesegaran alam ini meresapi kedalam diri agar melupakan masalah yang selalu dibebani.Disambutnya kedatangan kami dengan ramahnya serta senyuman hangat warga asli,membuat aku ingat bahwa warga disana menunjukan betapa ramahnya orang Indonesia.Tak hanya turis domestik,beberapa turis internasional pun ikut meramaikan masa -liburan.
            Awal pagi sebelum fajar menanti kami sudah berdiri menghadap arah dimana warna jingga pagi akan muncul mengiringi datangnya matahari.Indah memang,ditemani pula bergelayutannya dedaunan yang ikut terhembus angin.Tapi tetap saja,aku lebih memilih sang senja.Seng senja yang menemani pergantian indahnya rona jingga yang melukiskan berjuta harapan kepada langit lautan angkasa penuh cahaya bintang yang setia menemani sang rembulan.
Senja,pengantar bulan yang bersiap untuk naik dengan rona jingganya yang ceria.Hanya waktu singkat,walaupun begitu ia tetap saja membuat semua orang tak bisa menolak untuk menikmatinya dan mersakan begitu dalamnya ia menghiasi langit yang begitu polos.Bila tak ada senja,siapa pengantar lautan cahaya yang menerangi malam?
            Padamu senja,yang rela ku lampiaskan segala beban dengan hanya menatapmu saja tapi dan menuangkan sejuta harapan kepada orang yang terlena denganmu.Barisan kata tertulis indah,tertulis “Harapan” dalam diriku.Kata istimewa dimana aku sangat berharap untuk menyatakannya.


Karangan cerita oleh Dahna S. H.


You Might Also Like

0 comments